Sabtu, 08 September 2012

Hello everyone, this is your captain speaking...



Beberapa waktu yang lalu saya baru saja naik pesawat untuk kesekian kalinya, namun baru saat itu saya memperhatikan sebuah suara yang terdengar dari pengeras suara di dalam pesawat yang diawali dengan “Good afternoon everyone, this is your captain speaking…” setelah itu suara tersebut menjelaskan tentang siapa dirinya, kemana pesawat itu akan menuju, berapa waktu yang akan di tempuh dan berapa ketinggian yang akan dicapai. Setelah itu suara itu tidak terdengar lagi untuk beberapa saat. Kemudian disaat pesawat akan mengalami turbulence suara yang sama kembali terdengar dan menjelaskan bahwa karena cuaca tidak terlalu baik maka pesawat akan mengalami guncangan untuk beberapa saat dan penumpang diminta menggunakan sabuk pengaman di tempat duduk dan duduk dengan tenang. Waktu pesawat akan mendarat suara itu terdengar lagi, dia menjelaskan keadaan tempat yang akan dituju misalnya mengenai cuaca, temperature dan jam tempat tujuan.


Saya rasa kehidupan kita bisa diumpamakan seperti sedang naik pesawat. Ketika perjalanan kita dalam “pesawat kehidupan” dimulai hal yang harus kita lakukan adalah percaya pada Tuhan Yesus yang adalah pilot pesawat hidup kita. Percaya bahwa Pilot yang mengendarai pesawat kehidupan kita adalah seorang yang terlatih, dapat diandalkan dan sanggup membawa kita pada tujuan kita dengan selamat. Sebelum pesawat kehidupan kita akan take off, Tuhan Yesus sang pilot yang handal akan berbicara kepada kita, Dia akan mulai dengan menjelaskan siapa diriNYA (“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Yohanes 14:6), kemudian Dia akan menjelaskan bahwa Dia akan membawa kita kepada kemenangan demi kemenangan melalui badai demi badai dalam kehidupan (“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Roma 8:37). Selanjutnya Dia akan menjelaskan ketinggian dan waktu yang akan ditempuh (“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap” mazmur 90:10).



Ketika pesawat sudah berada di atas udara kadang pengen banget kita duduk di sebelah Tuhan Yesus sang Pilot untuk mengaturNYA (setidaknya itu yang sering saya rasakan). Pengen banget rasanya memaksaNya menurunkan ketinggian pesawat kehidupan ini biar seandainya kalo terjadi apa-apa kita bisa menyelamatkan diri, kadang pengen juga kasih tau Dia bahwa seharusnya Dia mengarahkan pesawat kehidupan kita ke ke kanan, bukan ke kiri dan lain sebagainya. Tapi terkadang (sering sekali bahkan) Dia seolah tidak menggubris keinginan kita dan tetap pada rencanaNya yang semula. Terdengar kejam? Tidak juga sebenarnya, karena yang harus kita ingat adalah He is the pilot, not us! Tidak seharusnya kita mengaturNYA, Dia yang lebih tahu apa yang harus Dia lakukan dan apa yang akan Dia lakukan kelak karena Dialah Allah (“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu , dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.” Yesaya 55:8). Waktu kita terus-terusan berusaha untuk meyakinkanNya agar mengikuti “arahan” kita saat menempuh perjalanan kehidupan ini, mungkin tatapan mataNya menggambarkan sebuah kalimat yang sering kali diungkapkanNya: “why don’t you just trust Me? Trust Me ad you will be amazed ” (“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia 29:11).



Dan bagian yang paling seru adalah ketika turbulence atau goncangan itu datang. Sebelum turbulence itu kita alami, Pilot kita akan memperingatkan kita terlebih dahulu (“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu” 1 kor 10:13). Tapi waktu berbagai pergumulan dalam pekerjaan, kesehatan, pasangan hidup, keluarga atau apapun itu datang menggoncang pesawat kehidupan kita, ingin rasanya kita segera berlari ke ruang kendali pesawat dan menanyakan kepada Sang Pilot apa yang sedang terjadi, kenapa harus terjadi, berapa lama lagi ini akan berlangsung dan seribu pertanyaan lainnya. Menurut saya itu adalah suatu reaksi yang manusiawi dan wajar, namun terkadang mengetahui jawaban dari sebuah pertanyaan “kenapa harus saya yang mengalami pencobaan seberat ini?” atau “kenapa Tuhan menjodohkan saya dengan orang yang tidak saya sukai?” atau “kapan penyakit ini akan sembuh?” tidak akan banyak membantu kita dalam melalui pergumulan itu. Yang akan sangat membantu kita dalam melewati berbagai pergumulan hidup adalah dengan mendengar suaraNya dan mengikuti arahanNya dan yang terpenting adalah percaya bahwa God always in control. Sama seperti seorang pilot yang berusaha menenangkan para penumpangnya ketika melewati cuaca buruk di udara dengan memberi informasi dan meminta para penumpang untuk duduk tenang di kursi masing-masing dan mempercayainya, demikian juga Tuhan Yesus ketika memimpin kita melalui berbagai “cuaca buruk” dalam hidup, ketika kita mulai meragukan kehebatanNya, Dia berusaha meyakinkan dan menenangkan kita dengan berfirman “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” mazmur 46:10



Kawan, mungkin sekarang Sang Pilot hidup kita, Tuhan Yesus sedang memberikanmu pengarahan apa yang Ia mau kalian lakukan dan ke arah mana Ia akan membawa masa depanmu. Jangan lewatkan kesempatan yang baik itu! Siapkan hatimu, dengarkan baik-baik dan lakukan apa saja yang menjadi perintahNya, sekalipun terkadang petunjuk dan perintahNya tidak masuk akal sama sekali, tapi percayalah bahwa Ia adalah Allah yang tidak pernah salah.



Atau mungkin sekarang pesawat kehidupan mu sedang di hantam badai dan cuaca buruk dan saat ini kalian merasa bahwa selama turbulence kehidupan ini terjadi Tuhan Yesus tidak memperdengarkan suaraNya dan memberitahu kita kemana kita harus melangkah dan apa yang harus kita perbuat. Dan jika itu benar-benar terjadi hanya satu yang dapat kita lakukan yaitu kita harus benar-benar mempercayakan dan menyerahkan pesawat kehidupan kita kepadanya. Percayalah kalo Dia terlalu sanggup untuk membawamu melewati setiap badai kehidupan. Daripada bertanya kepada Tuhan dengan marah: “kenapa badai ini harus menghantam pesawatku?!?” lebih baik kita merendahkan hati kita dan bertanya dengan tulus kepada Tuhan: “Tuhan apa yang mau Kau ajarkan kepadaku lewat badai hidup ini?”. Dijamin hati Tuhan akan luluh melihat kita mengajukan pertanyaan yang tulus dan penuh penyerahan ini.



Persoalan boleh tetap ada, pergumulan boleh kian berat, cuaca kehidupan boleh semakin buruk tapi “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru : mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yesaya 40:30



Have a safe “flight”, friends!



God bless you!

Senin, 27 Agustus 2012

HAMBA TUHAN??WHY NOT..

                Oleh-oleh dari Malang ikut Youth Camp di South East Asia Bible Seminary adalah salah satunya cerita unik yang didapat dari temen- temen kamar 304 dan 303. Setiap malam setelah selesai mengikuti acara KKR pasti kita sharing-sharing kamar apa yg didapat dari acara-acara sebelumnya.Waktu itu malam terakhir kita bisa sharing kamar dan tepat sebelumnya adalah acara KKR dengan tema The Divine Call, ini acara yang ditunggu-tunggu sama peserta atau mungkin banyak juga peserta yang menghindari acara ini.                        

                Salah satu cerita uniknya itu sharenya dari k Amel (27thn), dia teman yang cukup dekat dengan saya ketika mengikuti camp tersebut, saat itu dia ikut camp yang ke tiga kalinya. Saat baru datang dikamar dia menyapa saya duluan dan memang orangnya begitu ramah menurut saya, tapi ada satu hal yang membuat saya penasaran adalah matanya dia, walaupun memakai kacamata dan ditutupin poninya tapi kok berasa ada yang aneh karena matanya rada tertutup atau bisa dibilang sitip sebelah yah???- - -  

              Akhirnya saya dikasih tau jawabanya setelah malam terakhir itu, dia ditunjuk sharing tentang panggilan hidupnya oleh pemimpin kamar dan akhirnya dia bercerita tentang panggilanya

              ka Amel said :"apa yang aku dapet dari camp ini yang paling mengena adalah ketika acara tadi(the divine call) aku tadi maju saat Pak benny bertanya siapa yang panggilan hidupnya menjadi hamba Tuhan, tanpa ragu lagi aku berjalan ke atas panggung dan berlutut untuk didoakan. Mengapa saya berani maju kedepan karena dari saya mengikuti camp sebelumnya saya sudah merasakan panggilan hidup saya menjadi hamba Tuhan tetapi saya 'mengelak' panggilan hidup saya tersebut dengan menghindari hal-hal yang membuat saya terlalu rohani mengingat latar belakang saya adalah dari keluarga broken home yang engga jelas kenapa bapak saya ninggalin gitu aja ibu dan saya sejak kecil. Suatu kali saya ngetrack motor bareng geng motor saya siang-siang hingga akhirnya saya kecelakaan dan tubuh saya sempat koma dirumah sakit, selang juga jahitan dimana-mana sampai saya engga bisa ngapa-ngapain, tidurpun justru akan membuat saya amnesia karena kepala kebentur dan darah dimana-mana. Hingga suatu saat ibuku ngomong 'mesti ada hal yang engga beres dalam hidupmu , ayo ngomong sama Tuhan aja, kamu harus nurut dan taat sama Tuhan'. disitu saya teringat akan panggilan hidup saya menjadi seorang hamba Tuhan dengan latar belakang hidupku yang bisa dibilang kacau tetapi saya mengeraskan hati saya, saya pokoknya tidak mau jadi pendeta dll. Akhirnya saya tersadar dan disitu saya bilang ke Tuhan, apapun yang Tuhan mau dalam hidup saya, saya mau taat dan nurut sama Tuhan, tiba-tiba rasa kesakitan itu mulai berkurang dan akhirnya sembuh walaupun syaraf mata yang menuju otak saya ada yang rusak, hingga mata saya rada tertutup sedikit. Saat ini saya sadar bahwa apapun panggilan hidup setiap orang itu pasti Tuhan sudah tetapkan dan orang lain bahkan diri kita sendiripun tidak akan pernah terlepas dari panggilan hidup yang Tuhan sudah sediakan walaupun cara Tuhan menyatakanya berbeda-beda contohnya saya yang harus mengalami pengalaman pahit itu untuk memberikan arah bahwa kamu Amel harus menjadi Hamba Tuhan dan kamu tidak bisa memungkirinya.Mungkin itu sih pelajaran yang cukup berharga dari camp ini. Aku ingin lanjut S2 (M.Div) di kampus ini."

              Sharing yang cukup menarik buat saya pribadi, dari anak yang semaunya sendiri dan mengeraskan hati tentang panggilan hidupnya menjadi hamba Tuhan hingga akhrinya Tuhan mendatangkan kecelakaan atas dia baru dia mulai taat tentang panggilan hidupnya.

              So, panggilan hidup memang Tuhan sudah merencanakan jauh sebelum kita lahir ke dunia ini. Setelah kita tahu panggilan hidup itu, respon yang harus kita kasih ke Tuhan adalah belajar taat dengan segala resiko yang dihadapi, jangan menghindar dan mengeraskan hati tentang panggilan hidup kita.Kiranya cerita ini bisa jadi berkat bagi kita . God bless you :-)  

Minggu, 26 Februari 2012

"DISINI JUAL IKAN SEGAR"

           Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.(Yeremia 29:11)


           Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar.Ia memasang papan pengumuman bertuliskan "Disini Jual Ikan Segar".
            Tak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya.
            "Mengapa kau tuliskan kata: DI SINI ?Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualanan DI SINI bukan DISANA?".
            "Benar juga!". Pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "DISINI", dan tinggalah tulisan "JUAL IKAN SEGAR".
            Tak lama kemudian datanglah pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.
            "Mengapa kau pakai kata SEGAR?Bukankah yang kau jual ikan segar bukan ikan busuk?".
            " Benar juga!".Pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "SEGAR", dan tinggalah tulisan "JUAL IKAN "
            Sesaat kemudian datanglah pengunjung ketiga yang juga menanyakan tulisannya.
            "Mengapa kau tulis kata JUAL?Bukankah semua orang sudah tahu kalau ikan ini untuk dijual, bukan untuk dipamerkan?".
             "Benar juga!". Pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "JUAL", dan tinggalah tulisan " IKAN " .
             Selang beberapa waktu kemudian, datanglah pengunjung keempat, yang juga menanyakan tulisannya.
            "Mengapa kau tulis kata IKAN?Bukankah semua sudah tau kalau in bukan daging?".
            "Benar juga," pikir si penjual ikan ini lalu diturunkanya papan pengumuman itu.


Pesan Cerita:

Kadang kita mendengarkan pendapat orang lain, agar kita tidak salah dalam mengambil keputusan. Tapi, jangan mendengarkan pendapat orang lain dan dengan serta merta mengikuti apa yang dikatakan orang lain, hanya untuk memuaskan mereka.
Kitalah yang paling tau tentang hidup kita sendiri, kita paling mengerti apa yang kita cari dan kita butuhkan untuk diri kita sendiri. Dengarkan perkataan orang lain selama itu membantu anda mengembangkan diri anda. Tapi, buang jauh jauh segala komentar dan pendapat orang lain jika anda merasa itu tidak akan membuat anda menjadi lebih baik. 

Jumat, 24 Februari 2012

Why Many People Dissapointed With Mathemathics????

it's me
            Banyak orang bilang matematika itu pelajaran paling mengerikan, menakutkan, susah, bikin frustasi, ehm apalagi yah mungkin bikin orang setres dan gampang nyerah sama keadaan maybe?..eh kadang juga ada yang bilang pelajaran matematika itu berasa lammmmaaaaa bangett saking bunteknya otak g mau ngitung-ngitung.
            Apasih sebenernya gunanya belajar matematika itu?
            Apasih trik-trik atau tips supaya pinter matematika?
            Apasih akibatnya engga bisa matematika?
            Kenapa sih setiap aku belajar matematika kok g bisa bisa plus g mudeng?
            Apa kesan atau komentar pertama Anda kalau ketemu sama pelajaran matematika?
            Kadang kesan pertama saat kita mengetahui masalah itu, itu juga yang akan terjadi nanti, hati-hati dengan komentar-komentar Anda saat menemui maslah.Apalagi kalau masalah itu Matematika !!!
Gimana sih Chika caranya buat bisa pinter matematika?????
ehmm kalau aku boleh njawab itu ada beberapa tips buat pinter matematika nih:
  1. suka dlu sama yang namanya Matek
  2. doa dulu kalau mau belajar*itu penting banget
  3. sebelum diajarin matematika, kamu harus belajar dulu,mudeng engga mudeng ya tetep dipaham-pahamin, trus bikin catetan hala-hal yang perlu ditanya kepada pengajar nanti
  4. dengerin pengajar njelasi matematika, pikiranya harus konsentrasi dan jangan mikir macem2
  5. kalau ada yang engga mudeng segeralah bertanya sama pengajar
  6. selesai diajar, ulangi lagi materi yang diajarkan, dan mengerjakan  soal-soal latihan agar makin trampil,
  7. buatlah rangkuman materi yang dipelajarin(rumus-rumus,trik-trik ngerjain soal materi dll)
  8. kalau bisa rangkuman materi yang dibuat dihafalin diluar kepala
  9. terus berlatih dan berlatih,jangan lupa jangan cepet puas dengan apa yang dicapai dan selalu teliti mengerjakan.
      Mungkin itu aja sih menurutku tipsnya, setiap orang mungkin ada tips tersendiri ya, jadi selamat mencoba aja deh, semoga tips itu bermanfaat yah,God Bless ^,^
         
         

Rabu, 22 Februari 2012

Mengkritisi Suatu Keadaan -1

            Kali ini aku mau mengkritisi suatu keadaan didaerah pegunungan, yah itung-itung memahami gimana rasanya kalau aku ditempatin didaerah yang banyak pohon, jalanan berkelok-kelok, udara yang dingin, penduduk yang bisa dibilang sedikit dan jarang? Apa kabarnya yah saya disana?haha......

             
            Suatu hari aku diajak jalan-jalan ke kebun stroberi sama teman-teman semasa SMA, kebun stroberi itu letaknya ya sebenernya rada ekstrim sih jalananya, tapi setelah sampai di tempatnya owww so amazing...pemandanganya indah banget, jam 3 sore tapi kaya masih pagi, kabutnya masih tebel juga, trus liat kanan kiri ijo-ijo wkwkw alias pohon semua, ckck.Eitzzz tapi aku liat penduduknya juga, menurutku sih ya sejahtera lah kalo aku bilang sih, soalnya makanan segernya kan melimpang didaerah pegunungan.


             Lepas dari itu semua, aku juga pernah nih mengikutin suatu acara sekolah namanya "Live In" disitu setiap peserta yang ikut diharuskan menginap dirumah penduduk kurang lebih 3 hari 2 malam, yup  kali ini daerah yang digunakan lagi-lagi daerah pegunungan, dan yang paling asik adalah tempanya didaerah Pangalusan, Purbalingga yang mayoritas penduduknya sudah memeluk agama Kristen, * jarang-jarang nih ada daerah kaya begini.. ^-^


             Kadang-kadang mikir ga sih guys, gimana kalau mereka:
1.beli peralatan rumah tangga, peralatan elektronik? berhubung sinyal hp juga rada redup disono, malah kadang g ada sinyal tuh wkwk


2.beli baju, shoping-shoping(pemikiran temenku),beli makananan kaya makanan instant, kan g ada mall atau swalayan yah?hihihi


3.sekolah nih gimana? kan didaerah pegunungan, kalau ujian nasional gitu, mesti soal2nya tersalurkan dengan susah payah, engga ada tuh setau aku sekolah standar internasional disana,. karna mayoritas penduduk pegunungan rata2 sekolah ya sampai smp atau sd malah ckck, dan setelah mereka lulus biasanya ya menuruni orang tua mereka bekerja diladang gtu


4.sakit?hemm masalah yang engga bisa dihindarin sama manusia kalau gni, boro-boro rumah sakit yang hampir engga ada didaerah pegunungan, paling ada itu puskesmas juga jaraknya mungkin jauh, kalau mereka sakit mereka nyembuhinya pake apa?apa mereka meracik obat-obat herbal sendiri atau mereka pergi ke dukun?. Lain lagi critanya melahirkan, itu gimana?sama dukun anak?apa ada bidan yang siap siaga 24 jam?


5.pergi-pergi? jalanan aja itu punya kemiringan 60 derajat bahkan lebih, emang mereka kagak cape apa?bolak balik nglewatin jalan itu?*tapi kalau udah kebiasaan sih mungkin ngrasa biasa aja


6.ke greja?ada banyak greja g yah disana?trus greja disana itu jarang yang kebaktianya doubel atau tripel, karna mayoritas mereka kebaktian cuma 1x ,


          Tapi dibalik persoalan-persoalan itu banyak juga enaknya tinggal dipegunungan, udaranya kan masih seger, polusi belum merajalela di pegunungan, enak untuk berdiam diri(menenangkan diri),terbukti banyak acara-acara rohani yang diadaain disana, penduduknya yang bertani jadi bisa kasih stok sama penduduk kota menyangkut makan dan minum, di pegunungan g pernah ada yang namanya banjir kaya jakarta wkwkw, juga kekeringan, kan sumber airnya dari sana.


           Gitu aja kalinya yang lagi aku pikirin, sekedar pemikiran aja sih, kan setiap orang berhak mengemukakan pendapat,ya ngga???kalau ada masukan atau pendapat kalian yang baca, sok atuh comment aja, silakan keluarkan pemikiran2nya.


           Intinya, dimanapun tempanya kita berada, tetep belajar bersyukur!oke mas bro dan mba bro wkwk.
God Bless.

Senin, 20 Februari 2012

Lirik -Tuhan dihidupku- by Sari Simorangkir

Ditelapak tanganMu tertulis namaku

Didalam genggamanMu seliruh hidupku

Sungguh banggaku punya Bapa sepertiMu

yang tak pernah melupakanku


Ditengah  badai hidup Kau menemaniku

Diatas gunung batu Kau bawa diriku 

Sungguh banggaku punya Bapa sepertiMu

yang tak pernah melupakanku


Reff :kunyatakan Engkau Tuhan dihidupku 

Tuhan disetiap ucapan dan perbuatanku

kunyatakan Engkau Tuhan dihidupku

Tuhan yang selalu ku sembah disetiap nafasku


Ditengah  badai hidup Kau menemaniku

Diatas gunung batu Kau bawa diriku 

Sungguh banggaku punya Bapa sepertiMu

yang tak pernah melupakanku


kunyatakan Engkau Tuhan dihidupku 

Tuhan disetiap ucapan dan perbuatanku

kunyatakan Engkau Tuhan dihidupku

Tuhan yang selalu ku sembah disetiap nafasku



Minggu, 19 Februari 2012

WHO IS LUKE ???

LUKE
            Nama yang cukup familier ditelinga kita, mungkin ada nama teman kita, anak kita, tetangga kita, atau artis favorit kita, nama baptis dan sebaginya yang memakai kata Lukas atau dalam bahasa Inggrisnya -Luke- .Apa sih arti dari kata Lukas itu sendiri? dan bagaimana latar belakang dari kehidupan Lukas seorang penulis Injil?.
            Tradisi Kristen mengatakan bahwa Injil ketiga dan Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh non-Yahudi berbahasa Yunani (mungkin dari Anthiokia). Ia dokter medis, berpendidikan dan menjadi kawan seperjalan rasul Paulus .Orang ini bernama Lukas (Yunani Loukas) .
            Dari Injil ketigadan Kisah Para Rasul kita dapat mengenal penulisnya dengan cara yang sangat intim. Ia penulis yang sangat rendah hati dan berdisiplin, senantiasa menempatkan dirinya di latar belakang dan membiarkan semua cahaya menyinari tema besar dari dua jilid bukunya. Tema besar itu ialah kabar kesukaan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Slamat dan bahwa Penebus yang menang itu memlilih memperlengkapi dan memakai rasul-rasulNya, dan terutama Paulus untuk membeitakan Injil diseluruh penjuru dunia yang dikenal waktu itu. Walaupun Lukas dalam ketaatannya yang meniadakan dirinya sendiri kepada Tuhannya, tidak menonjolkan dirinya, namun ia tidak ragu mengemukakan dalam pendahuluan Injilnya bahwa  ia telah melakukan pekerjaan yang relevan sebelum ia menulis bukunya .Dalam bagian yang menyebut kami dalam Kisah Para Rasul (16:10-17, 20:5, 21:18, 27:1-28:16 ). Lukas secara pasti mengemukaan bahwa dirinya menjadi kawan seperjalanan Paulus dan menjadi saksi mata dalam kejadian-kejadian yang berkaitan dalam bagian-bagian itu.
             Dari gaya sastra Injil Lukas dan Kisah Para Rasul dan dari sifat dan isi kedua kitab itu jelas bahwa Lukas  seorang Yunani berpendidikan baik dan kualitas-kualitasnya yang baik sebagai seorang sejarahwan yang baik dan dapat dipercaya mengenai zaman kuno, diakui oleh para ahli yang tidak memihak zaman ini. Bahwa ia doketer yang berpendidikan ditunjukan oleh sikap Injil Lukas dan Kisah Para Rasul maupun istilah-istilah khusus yang digunakan untuk menggambarkan kasus-kasus penyakit dalam tulisan-tulisan itu.
             Paulus menulis mengenai Lukas dlam Kolose 4:14 sebagai dokter tabib kekasih yang ada bersamanya dan dalam Flm 24 Paulus menyebutkan kawan sekerja . Kedua surat itu ditulis oleh Paulus tatkala ia menjadi tahanan di Roma . Hal ini sesuai dengan 2 pesan terakhri dalam Kis yang menyebutkan bahwa Lukas bersama Paulus dalam pelayaran yang bersejarah itu ke Roma dan menjadi pengikutnya yang dekat tatkala Paulus sampai di Roma.
             Dalam Timotius 4:11 Paulus (dalam masa tahananya yang ke 2 di Roma sesaat sebelum kematianya sebagai martir; mungkin tahun 64  ) menulis kata-kata yang menyentuh perasaan ini: "Hanya Lukas yang tinggal dengan aku". Hal ini selaras dengan tradisi Kristen yang paling tua, bahwa Lukas dokter yang kekasih itu, tetap menjadi kawan sekerja yang paling setia bagia Paulus sampai akhir. Apa yang terjadi dengan dia setelah kematian Paulus, kawan dan pemimpinya itu tidak diketahui dengan pasti. Sesuai dengan pendahuluan Injilnya yang bersifat anti Marsion. Ia nampaknya terus melayani Tuhan tanpa diganggu oleh tanggung jawab keluarga sampai ia meninggal di Boeotia , Yunani dalam usia 84 tahun. Melalui hubungan yang akrab dengan Paulus dalam jangka waktu panjang dan dengan banyak pemimpin Kristen lainya (Timotius, Filipus, Silas, Markus, Barnabas, Yakobus saudara Tuhan Yesus dsb) dan sebgai konsekuensi bahwa ia pernah ada diYerusalem(Kis 21:17), di Kaisarea dan tempat-tempat lain yang berhubungan dengan Tuhan Yesus dan sejarah greja Kristen yang paling awal . Bahwa ia menggunakan semua kesempatan-kesempatan ini secara pasti dan kesengajaan penuh dikemukakan dalam Luk 1:1-4 dan diperkuat oleh kulaitas yang baik dan ketepatan Injil Lukas dan Kis .
          Kepustakaan Novral Geldenhuys Commentury on the Gospel of Luke 1950 halaman 15-50 dll.